Belajar dari Masa Lalu

Betapa seringnya manusia baru memahami kesalahannya ketika semuanya sudah terlanjur retak… ketika jalan pulang terasa seperti mendaki gunung yang tidak lagi punya puncak, dan napas sendiri menjadi saksi betapa beratnya mengakui bahwa kita pernah memilih fatamorgana. Ada masa ketika hati kita, yang dulu begitu yakin, tiba-tiba runtuh seperti reruntuhan tua yang tak sanggup menopang dirinya sendiri. Pada titik itu, penyesalan tidak lagi datang sebagai tamu, tetapi sebagai gelombang yang menenggelamkan; ia menyusup ke sela-sela ingatan, membawa kembali bayangan keputusan-keputusan yang pernah kita ambil dengan terlalu banyak percaya dan terlalu sedikit doa.
Kita mulai merindukan hal-hal yang dulu kita anggap biasa: suara yang pernah menenangkan, tangan yang pernah menuntun, rumah yang pernah menjadi tempat pulang paling aman. Kita mulai mengerti bahwa yang hilang bukan hanya momen, tetapi juga bagian dari diri kita yang dulu masih utuh. Dan ketika dunia tiba-tiba menjadi luas dan kosong, kesunyian berubah menjadi satu-satunya teman yang setia. Ia tidak menipu, tidak menyembunyikan kenyataan, tidak memberi harapan palsu. Kesunyian hanya mengajarkan satu pelajaran pahit: bahwa kita pernah mempercayai cahaya yang salah, dan dari situ luka mulai tumbuh.
Pada saat-saat itulah kita menyadari betapa rapuhnya manusia ketika kehilangan arah. Betapa jauh kita bisa tersesat hanya karena mengikuti terang yang tidak pernah berniat memandu. Betapa dalam jurang yang dapat menelan jiwa ketika kita mencari kehangatan pada sesuatu yang tidak punya niat untuk menghangatkan. Dan perlahan, sangat perlahan, kita mulai memahami satu kebenaran yang selama ini tersembunyi di balik segala kepedihan: bahwa cahaya sejati bukanlah yang membuat kita berlari sampai lupa diri, tetapi yang membuat kita merasa cukup untuk berhenti… cukup untuk kembali… cukup untuk memeluk lagi cinta yang selama ini terabaikan. Cinta yang abadi.
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Comments

Recent

About Me

Foto saya
Kita tidak akan mendapatkan hasil berbeda, jika tetap melakukan hal yang sama...

Bottom Ad [Post Page]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Full width home advertisement